Maaf dan Terimakasih - Cerpen Persahabatan Sedih
Karya Nita
"Hmm," terllihat seorang perempuan menggeliat di atas ranjangnya. Ia
merubah posisinya menjadi duduk. Ia menghela napas panjang dan memandang
jendela besar di sebelah kiri ranjangnya. Gelap. Hanya ada bintang dan
bulan yang menghiasi malam kelamnya. Terdengar suara air yang
bersentuhan dengan tanah secara teratur. Melodi yang damai dan
menenangkan. Ia melirik jam digital yang terdapat di sebelahnya. "Haah,
aku bangun tengah malam lagi," gumamnya setelah melihat jam yang
menunjukan pukul 02.36. Sudah menjadi kebiasaannya beberapa hari
terakhir untuk bangun larut malam. Ia tidak mempermasalahkannya lagi dan
mulai berjalan kearah jendela untuk duduk disana. Menyingkirkan
tirainya dan membukanya. Memandang hujan yang turun dengan derasnya.
Juga semilir angin yang menghantam wajahnya.
Ia memejamkan matanya, berusaha untuk menikmati keseluruhannya. Memori-memori itu terlintas dibenaknya lagi. Musik. Senyumannya. Kejadian yang dramatis dibawah hujan yang lebat. Dimana semua orang lebih memilih untuk berlindung daripada melawan dinginnya angin. Air mata yang menyatu dengan air hujan. Mengalir dan terjatuh di tanah. Janji yang terucap yang bahkan ia tak tahu bagaimana melaksanakannya.


0 komentar:
Posting Komentar